#FoodPhilosophy Trip untuk Si Doyan Makan

Sejak dua tahun belakangan, gaya hidup sehat saya putuskan untuk saya jalani. Ini dimulai sejak sadar, bahwa tubuh saya sangat tidak sehat. Dengan usia baru di kepala dua saat itu, kadar kolestrol saya di atas angka 200. Ajaib, umur masih muda tapi kandungan kolestrol dalam darah sangat tinggi.

Kolesterol sendiri adalah senyawa yang berada di antara lemak dalam aliran derah dan seluruh sel tubuh.  Nah, kolesterol tinggi ini bisa membentuk deposit lemak dalam pembuluh darah, sehingga membuat sempit, menghambat aliran darah sampai menyumbat alirannya. Jika terjadi penyumbatan di aliran darah menuju jantung, maka kita akan terkena penyakit jantung. Lebih fatal lagi kalau aliran darah menuju otak yang tersumbat, akibatnya adalah penyakit stroke.

Semestinya saya memang harus aware untuk masalah kolesterol.  Di keluarga, saya memiliki riwayat warisan penyakit kolesterol. Belum lagi obesitas yang saya alami saat itu, berat badan saya di atas angka 65. Bisa dibayangkan betapa menderitanya tubuh saya saat itu.

Sejak itu, saya menerapkan gaya hidup lebih baik. Selain rajin olahraga, mengubah pola tidur, konsumsi daging juga saya batasi.

Tapi jangan pikir saya kemudian sangat kaku dalam menerapkan gaya hidup ini. Sesekali saya masih melakukan wisata kuliner. Apalagi di kota tempat saya tinggal, surga untuk penggemar wisata kuliner.

Seperti ketika beberapa  minggu lalu saya ditawari untuk mengikuti sebuah event kuliner, #Foodphilosophy.  Event makan-makan, berwisata kuliner sambil jalan-jalan keliling kota. Sudah kebayang asiknya. Akhirnya sayapun ikutan.

Awalnya saya pikir sepanjang acara ini, makanan yang akan dikonsumsi hanya yang ringan saja, bukan olahan daging yang tentunya menguji iman dan kekuatan tubuh saya. Tapi setelah tiba di hotel yang merupakan titik kumpul dan menerima roadmap perjalanan barulah saya panik. Destinasi dan makanannya tidak santai untuk saya yang sensitif masalah kalori, lemak di tubuh dan tentunya kolesterol.  Ya iyalah, saya tidak mau pulang dari acara ini dengan keluhan kolesterol yang kembali tinggi.

Tapi beruntunglah, tepat sebelum berangkat kami dibekali dengan sekotak multivitamin Hemaviton. Sebelum memulai destinasi, kami sudah dijelaskan oleh pihak Hemaviton tentang manfaat masing-masing dari produk Hemaviton yang menjadi bekal perjalanan kami hari itu. Kami juga mendapatkan ilmu tentang kolesterol dari Dokter Risma yang merupakan  dokter pendamping kami selama #FoodPhilosophy trip kemarin.

Selain Dokter Risma, juga ada Chef Bara. Koki terkenal yang sudah sangat sering wara wiri di layar kaca. Chef favorit saya. Gayanya di layar kaca dan aslinya memang seru dan kocak. Sejak di awal perjalanan, kami sudah dihibur dengan keseruan dari chef asal Manado ini.

Processed with VSCO with m3 preset

Di destinasi pertama #FoodPhilosophy hari itu adalaah Coto Nusantara II di Jl. Merpati Makassar.  Ini salah satu rumah makan coto yang cukup populer di Makassar. Coto sendiri adalah sajian khas Makassar yang dibuat dari jeroan atau isi perut sapi. Jeroan ini dipotong kecil kemudian dikukus, setelahnya dicampur dengan kuah yang telah diberi berbagai bumbu rempah. Konon, Coto Nusantara menggunakan 11 campuran rempah rahasia untuk semangkuk cotonya. Karenanya, kuah dari coto ini cukup pekat karena campuran rempah tadi.

Sebelum menikmati sajian coto yang sangat lezat, saya sudah berjaga-jaga dengan sebutir Hemaviton Cardio. Kandungan Phytosterol dalam Hemaviton  Cardio bekerja mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam darah. Phytosterol ini adalah bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dapat menggantikan kolesterol yang diserap oleh saluran cerna, sehingga menjadi pencegahan dini dari masuknya kolesterol jahat dalam tubuh. Jadi aman mengonsumsi coto, tidak perlu panik lagi.

Processed with VSCO with m3 preset

 

Setelah menyantap Coto, kemudian kami diajak ke Warung Kopi Phoenam di Jl. Jampea. Warkop ini juga cukup populer dan melegenda. Warkop yang dimiliki oleh dua sahabat keturunan Tionghoa ini telah berdiri sejak tahun 1946. Di Phoenam, saya mencoba menu andalan mereka, kopi susu dan roti bakar sri kaya.

Nah, sebelum mengonsumsi makanan dan minuman manis, kami juga sudah dibekali dengan Hemaviton Glu Care. Nicotinenate dalam Hemaviton Glu Care ini bekerja untuk meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin. Insulin merupakan hormon dalam tubuh yang bisa mengendalikan kadar gula darah. Tubuh yang kekurangan hormon insulin atau tubuhnya tidak merespon terhadap insulin berefek pada timbulnya penyakit Diabetes Melitus atau penyakit Gula Darah.

Processed with VSCO with t1 presetfp2

1474810899626

Hemaviton Glu Care ini juga mengantisipasi saat menyantap  pisang Ijo di Benteng Rotterdam. Cukup spesial, setelah menikmati wisata benteng bersejarah Fort Rotterdam, kami disuguhi semanguk Es Pisang Ijo.  Dessert khas Makassar ini adalah pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau, dilumuri fla cair dari santan dan dilengkapi dengan sirup DHT yang khas. Sirup DHT ini juga adalah sirup berwarna merah darah khas Makassar.

Jelang jam makan siang, kami sudah merapat ke restoran konro yang juga jagoan di Makassar, Konro Karebosi. Nah Konro ini adalah sajian sup iga sapi. Hari itu yang saya pesan adalah konro bakar yang tulang iganya dibakar kemudian dibumbui dengan saus kacang. Nikmatnya luar biasa. Sebelum menikmati Konro Bakar, lagi-lagi kami diingatkan untuk memblok kolesterol dari sajian Konro Bakar dengan sebutir Hemaviton Cardio.

Nah, Hemaviton Cardio ini aman loh meskipun dikonsumsi tiga kali dalam sehari. Karena merupakan suplemen makanan atau multivitamin jadi tetap aman meski dikonsumsi rutin. Hemaviton Cardio juga diperkaya dengan vitamin dan mineral antioksidan untuk memelihara kesehatan tubuh. Multivitamin yang aman dan komplit.

Lepas dari Konro Karebosi, istrahat siang kami habiskan di Masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Al Markaz. Lepas ibadah salat, sajian aneka gorengan dan barongko sudah menunggu. Siang itu kami disuguhi dengan bikandoang, jalangkote dan barongko.

Bikang doang adalah sebutan untuk bakwan udang. Doang adalah sebutan untuk udang dalam bahasa Bugis Makassar.  Sementara Jalangkote adalah pastel yang di dalamnya disi dengan berbagai sayuran. Kalau barongko lain lagi, ini adalah olahan buah pisang yang dihaluskan yang kemudian dicampur santa juga gula, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus, rasanya tentu sangat gurih dan manis.

Processed with VSCO with m3 preset

 

Lepas dari Masjid Al Markaz, rangkaian FoodPhilosophy belum selesai, kami diajak untuk mengunjungi Makassar Eight Forum and Festival 2016 yang merupakan rangkaian festival budaya yang dihelat oleh Pemerintah Kota Makassar. Di sana, chef Bara yang biasanya hanya disaksikan memasak dari layar kaca, unjuk performance langsung di hadpaan peserta, dengan menu olahan daging dan ikan khas Makassar, Pallu Mara dan Pallu Basa. Pallu Mara dan Pallu Basa yang disajikan oleh chef Bara ini sudah dimodifikasi sesuai requestan penonton dari demo masak onthespot saat itu. Ahh, lagi-lagi daya tahan perut diuji.

Jelang matahari terbenam, kami menuju destinasi terakhir dari #Foodphilosophy trip. Menggunakan kapal cepat kami menuju Pula Khayangan yang hanya ditempuh tidak sampai 30 menit dari dermaga Persatuan Olahraga Perahu Motor dan Ski Air (Popsa).

Pulau dan sunset, how romantic. Kami benar-benar dimanjakan oleh #FoodPhilosophy trip. Setelah seharian keliling Makassar, kami dirilekskan dengan pemandangan laut. Tapi urusan makan ternyata belum selesai, kami menikmati makan malam di pulau Khayangan dengan pelbagai sajian seafood, dari ikan bakar, cumi bakar, dan udang. Semuanya disajikan lengkap dengan aneka sambal. Sebelum makan malam dimulai, kami sudah disuguhkan dengan minuman hangat Sarabba yang diracik dari susu, telur, madu dan jahe. Kalau diluar Makassar minuman ini populer dengan sebutan STMJ. Memang paling tepat menikmati minuman ini di saat malam, apalagi di cuaca dingin. Minuman ini juga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebelum pulang, lagi-lagi kami dibekali menu makanan khas Makassar. Siapa yang tidak kenal pisang epe? Olahan pisang paling khas di kota Mkaassar. Sajian ini adalah pisang yang digeprek  dan dilumuri dengan saus gula merah, seiring waktu, sausnya beragam dari coklat, keju juga durian.

Pulang dari acara ini, happy dong tentu saja, seharian diajak keliling Makassar dan berwisata kuliner. Apalagi bersama dengan chef Bara dan tim Hemaviton yang super seru. Asik.

Processed with VSCO with f2 preset

Paling penting lagi, meski berwisata kuliner ini itu, saya tidak perlu khawatir akan kolestrol.

Dan goody bag sekotak obat dari hemaviton bahkan masih saya simpan, saya konsumsi di lebaran Idul Adha kemarin. Sate kambing, coto dan konro semua saya libas. Dan hasilnya kadar kolesterol di dalam darah tetap terjaga.

Nah pokoknya, multivitamin ini harus selalu ada di rumah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s