Dear PKM, Terima Kasih Telah Mempertemukan Kami

Kita tentu mengerti, selalu ada banyak cara bagaimana semesta bisa mengatur perjumpaan. Tapi tentang ini, saya mesti menghatur terimakasih untuk Pesta Komunitas Makassar.

Adalah Pesta Komunitas Makassar (PKM) di tahun 2015 yang menjadi awal musababnya. Saat itu kami berdua berada di jajaran panita. Dia, dari Komunitas Pencinta Iguana (KPI) dipilih sebagai koordinator untuk divisi Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok). Sementara saya yang saat itu mewakili Makassar Berkebun, diberi amanah untuk mengatur pendanaan atau fundraising.

Ini mesti saya ungkapkan, bahwa apa yang terjadi pada kami, bukan cinta pada pandangan pertama. Tapi entah bagaimana cara. Sungguh ajaib dan misteriusnya cara kerja komunikasi dan pertemuan, akhirnya bisa semakin mendekatkan kami. Dari rapat satu ke rapat yang lain, dari pertemuan ke pertemuan berikutnya. Hingga kemudian kami bersepakat untuk bersama. Kalau boleh, atau ini mungkin akan dianggap berlebihan, bahwa kami adalah bentuk lain serta nyata dari hasil sinergi, harmoni dan aksi, tagline dari PKM kala itu.

Meski banyak drama yang mengikuti, tapi semua bisa dikata manis di PKM 2015. Ya mungkin karena ada dia.

Pesta Komunitas Makassar 2016

Bahwa kemudian di PKM 2016, keadaan berganti. Dia yang akhirnya diberi amanah lebih besar sebagai ketua panitia, sementara saya yang tidak lagi resmi masuk dalam jajaran kepanitiaan. Meski begitu saya harus tetap ada untuk PKM. Ya ini membingungkan, apakah kehadiran saya benar-benar untuk PKM, atau demi dia. Tak apalah, yang pasti misi kami berdua adalah sama, bagaimana PKM 2016 bisa berjalan sukses, sebagai pesta komunitas dan ajang kolaborasi anak muda kreatif sekota Makassar. Karenanya, saya sering melabeli diri sebagai koordinator divisi penyemangat di PKM 2016.

Di PKM kali ketiga ini, kerjanya jauh lebih berat. Tuntutan untuk para panitia lebih besar. Keberhasilan PKM 2015 menjadi tekanan berat untuk menghadirkan pesta komunitas yang lebih baik dan matang. Ya, saya tahu benar, bagaimana panitia harus bekerja keras untuk itu. Mengumpulkan lebih dari 245 komunitas untuk berkolaborasi bersama. Bebannya tentulah berat. Sungguh berat.

Tekanan yang ada di mana-mana, akhirnya berimbas pula ke hubungan kami berdua. Tidak sedikit konflik di antara kami yang musababnya karena PKM. Jelang satu tahun bersama, ini menjadi salah satu fase terberat dari hubungan kami.

Bila tahun lalu Kak Ian, kekasih dari sekretaris PKM 2015 menulis dalam blognya Gara-Gara PKM 2015, Saya Diduakan!, “Seandainya PKM itu adalah pria sudah saya hajar dia!”

Maka sepertinya hal hampir sama juga saya tuliskan kali ini, seandainya PKM itu adalah perempuan sudah saya hajar juga dia!

Bagaimana tidak, selisih paham demi selisih paham terjadi karena memperdebatkan PKM. Di hampir tiga bulan persiapan PKM, obrolan kami tidak jauh berkisar tentang PKM melulu. Perdebatan demi perdebatan, bahkan tidak jarang berujung ke pertengkaran. Ya, ini bukan cerita berlebihan.

Pernah di satu malam, di saat dia mengantar saya pulang. Saat itu kami sama-sama baru mengikuti rapat persiapan PKM. Berbagai masalah yang sedang terjadi di kepanitiaan, kami perdebatkan di perjalanan sepanjang pulang saat itu.

Bila biasanya di sepanjang jalan pulang, kami selalu saling mencandai, maka itu adalah kali pertama kami bersitegang. Rasa-rasanya baru kali itu dia menyebut nama saya dengan nada menukik. Ahhh, PKM 2016 memang menegangkan, bahkan hingga ke hubungan kami.

“Katanya semalam bertengkarko dengan Fanda?,” tanya Ivan, salah satu panitia PKM 2016, keesokan harinya. Rupanya setelah mengantar saya pulang, setelah perdebatan panjang itu, dia curhat ke temannya, sesama panitia.

Saya harus mafhum. Beban berat sebagai ketua panitia PKM 2016 sedang dia tanggung. Apapun yang terjadi di PKM 2016, dia harus menjadi orang paling pertama, paling depan yang bertangung jawab. Bahkan juga dipersalahkan. Apapun itu.

“Apa dii, berusahaja selalu santai. Nda mau stress, tapi tetapji saya pikir. Pusingka juga,” curhatnya suatu ketika.

Maka saling mengerti menjadi satu-satunya kunci bagi kami agar tidak terbawa perasaan lebih jauh.

Akhirnya, dari hasil kerja keras panitia, PKM 2016 berjalan lancar. Di 21-22 Mei kemarin, PKM 2016 berhasil digelar di Anjungan Pantai Losari Makassar. Lebih dari 245 komunitas bergabung. Beragam kegiatan dihadirkan panita. Dari Panggung Kolaborasi Komunitas, Expo Komunitas, Games, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Expo juga Project Kolaborasi.

Sebelum puncak PKM, juga digelar pelbagai pra event, diantaranya Piknik  Hijau dari komunitas kategori lingkungan, Piknik Komunitas dari kategori sosial edukasi, Ngumpul Bareng Komunitas Pencinta Hewan, Bazar Kreatif oleh komunitas kategori kreatif, Sosialisasi di Car Free Day juga Panggung Komunitas.

Masih banyak catatan yang meyertai PKM 2016. Banyak hal yang mesti dibenahi, dan disempurnakan. Tapi lebih dari itu, apresiasi besar harus diberikan kepada jajaran panitia yang telah bekerja keras menghadirkan PKM.

Tapi perlu diingat, setelah PKM 2016, masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu. Kegiatan project kolaborasi dari sembilan kategori diantaranya Sosial Edukasi, Lingkungan, Hobi, Kreatif, Fotografi-Videografi, Fans Club, Onliner, Travelling, dan Pencinta Hewan mesti diwujudkan dalam jangka waktu setahun kedepan.  Bahwa PKM semestinya berlangsung setiap hari. Moment berkumpul bersama, berkolaborasi dan berkreasi harus dilakukan oleh masing-masing, bahkan semestinya antar komunitas. Demi membawa kota kita, Makassar menjadi lebih baik.

Lebih dari itu, kembali terimakasih untuk PKM yang tiga tahun berturut-turut telah berbuat hal positif untuk Makassar. Juga telah berhasil menumbuhkan kami berdua. Memberi kesempatan kepada kami, saya juga dia. Untuk hubungan kami. Karenanya, kepada PKM terimakasih telah mempertemukan kami.

 

pkm ya
Photo by @Alexandria_Ari

 

*Tulisan ini diikutkan pada lomba blog yang diadakan oleh www.komunitasmakassar.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s