Processed with VSCO with p5 preset

Our Happy Time in Melia Hotel

Saya sudah lama merindukan untuk liburan. Piknik dan merasakan having fun. Iyah kesibukan dua minggu di awal Oktober kemarin benar-benar membuat fisik dan pikiran saya lelah. Butuh liburan untuk menyegarkan badan dan pikiran. Saya butuh piknikkkkk. Halaah.

Kemarin berkali-kali saya menyusun rencana liburan bersama Tari Artika, sahabat saya, tapi berujung kecewa dan gagal. Ada saja halangannya. Dari bentrok kegiatan  antara saya dan Tari, kadang saya yang sibuk, Tarinya yang lowong. Kadang juga sebaliknya. Cukup ribet kami mengatur jadwal bersama. Tapi yang paling sering, kami juga sama-sama sibuk. Belum lagi jam kerja saya di saat weekend. Sungguh liburan hanya ada di bayang-bayang.Read More »

20160925183155

Dompet Canggih Sakuku

Bila berselancar ke dunia maya, saya suka iseng membuka website-website teknologi. Ya sekadar iseng. Hanya ingin tahu update perkembangan teknologi.

Terakhir setelah berselancar pekan lalu, saya tahu bahwa saat ini Institut Teknologi Massachusetts sedang mengembangkan sebuah kamera pembaca buku. Kamera ini memungkinkan kita membaca buku yang tertutup tanpa membuka halaman demi halaman. Kamera ini kabarnya dikhususkan untuk peneliti dalam membaca buku teks dan perkamen-perkamen kuno yang sangat rentan bila disentuh.

Saya sungguh takjub, betapa teknologi saat ini telah berkembang jauh sangat pesat. Berlari kencang.

Ya, teknologi memang semakin canggih, tidak hanya dikhususkan untuk para peneliti tapi juga untuk penggunaan sehari-hari.

Seperti itulah mestinya teknologi hadir, semakin memudahkan hidup manusia. Bukan malah merusak.

Satu yang saya suka, teknologi telah membantu hidup kita. Selalu saja ada kejutan-kejutan dari perkembangan teknologi. Salah satu contohnya, dulu setiap ingin keluar misalnya hangout bersama teman-teman, maka barang wajib yang harus kita bawa adalah beberapa lembar uang, atau paling tidak kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang telah berisi saldo, atau paling tidak lagi selembar kartu kredit.Read More »

Dear PKM, Terima Kasih Telah Mempertemukan Kami

Kita tentu mengerti, selalu ada banyak cara bagaimana semesta bisa mengatur perjumpaan. Tapi tentang ini, saya mesti menghatur terimakasih untuk Pesta Komunitas Makassar.

Adalah Pesta Komunitas Makassar (PKM) di tahun 2015 yang menjadi awal musababnya. Saat itu kami berdua berada di jajaran panita. Dia, dari Komunitas Pencinta Iguana (KPI) dipilih sebagai koordinator untuk divisi Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok). Sementara saya yang saat itu mewakili Makassar Berkebun, diberi amanah untuk mengatur pendanaan atau fundraising.

Ini mesti saya ungkapkan, bahwa apa yang terjadi pada kami, bukan cinta pada pandangan pertama. Tapi entah bagaimana cara. Sungguh ajaib dan misteriusnya cara kerja komunikasi dan pertemuan, akhirnya bisa semakin mendekatkan kami. Dari rapat satu ke rapat yang lain, dari pertemuan ke pertemuan berikutnya. Hingga kemudian kami bersepakat untuk bersama. Kalau boleh, atau ini mungkin akan dianggap berlebihan, bahwa kami adalah bentuk lain serta nyata dari hasil sinergi, harmoni dan aksi, tagline dari PKM kala itu.Read More »

Blogging

Kelas Perdana_4923.
Kelas Menulis MAM Perdana digelar 17 Juni Lalu

Mendapat tugas membuat tulisan tentang ihwal menyenangi kegiatan menulis; perihal mengapa (mau) ngeblog, dari Kelas Menulis MAM, membuat saya berpikir kembali. Mengapa saya memilih menulis ataupun ngeblog? Apa alasan saya sesungguhnya? Seriuskah saya menekuni kegiatan ini?Read More »

Cemas Ibu dan Teror Paris

Saat hujan turun, ibuku menjadi yang paling cemas di rumah. Bukannya memilih tidur lelap di kamarnya atau berlindung di balik selimut saat hawa dingin yang ditawarkan oleh hujan lebat. Ibuku memilih menumbuhkan kecemasan dalam dirinya. Satu per satu kamar akan diperiksa, mencari tahu keberadaan anak-anaknya. Memastikan kami semua berada di rumah. Baru setelah itu dia merasa tenang. Aman.

Read More »

images

Telur Dadar atau Ceplok, Pilih Mana?

Membicarakan makanan, bukan sekadar tentang apa yang kau suap, dikecap oleh lidahmu, masuk ke tenggorokan kemudian dicerna dalam tubuhmu. Lebih dari itu, kadang makanan yang kau santap setiap harinya, memberi makna untuk beberapa bagian di hidupmu.

Maka perkenankan kutuliskan tentang dua makanan ini, yang terlampau sering aku dibuat bingung olehnya. Bukan tentang makanannya, tapi selera orang-orang saat diberi pilihan tentang dua makanan ini. Kebiasaanku adalah selalu mencari tahu alasan, kenapa orang-orang lebih memilih satu atas dua pilihan ini. Dua makanan ini adalah telur ceplok dan telur dadar.Read More »